Takdir yang diUsahakan… ;D

Jadi mau nulis apa…..
Buka saja dulu laptopnya.
Lalu Microsoft word.
Dan mulailah menulis…..

TAKDIR YANG DIUSAHAKAN
Kali ini saya sedang tergugah untuk memotong-motong bagian-bagian yang memukau dari buku Kisah Inspiratif Dahlan Iskan yang berjudul “INDONESIA Habis Gelap, Terbitlah terang”. Buku ini di edit oleh Bapak Ishadi s.K penggagas Trans TV dan Trans7, dengan ketebalan 203 halaman.
Sampulnya saja into the deep banget….., Dahlan Iskan yang tersenyum dengan gurat-gurat wajah yang tergaris jelas…, menggambarkan begitu kuat karakter beliau, setengah abad kehidupan telah dilalui, dan tua itu memang cara belajar kearifan yang paling efektif.

Dahlan Islan adalah CEO di Jawa Pos yang tidak hanya menerbitkan Koran, tetapi juga lebih dari 60 Koran Radar di berbagai kota, Rakyat Merdeka yang terbit di Jakarta, beberapa Koran daerah dan tabloid di beberapa kota, puluhan stasiun televisi kota dan radio, percetakan, bisnis listrik, dan perkebunan., tulis Jakob Oetama di Pengantar buku ini, yang kemudian mengutip Majalah Matra mengenai pertanyaan Apa resepnya?” Mengalir begitu saja.” Merasa benar-benar seperti air yang mengalir, tidak punya rencana besar, dan merasa beruntung tidak punya cita-cita, kecuali “Saya Cuma ingin punya sepeda”.

Saya jadi ingat saat Bapak Dahlan Iskan diundang ke acara Kick Andy, saat beliau ditanya “katanya masa kecil bapak susah y? Kata Andy F Noya, “Saya itu ndak pernah ngerasa susah, saya ndak pernah ngerasa miskin, gak tau ya…. Kenapa orang-orang sekarang banyak yang merasa miskin, sedikit-sedikit susah. Lah saya itu dulu waktu kecil cuma punya baju dan satu sarung, jadi kalau sarungnya saya cuci, saya akan berendam di dalam sungai sampai sarung itu kering, begitu saya tetap bahagia”.. Sepatu Dahlan Iskan judul sebuah buku, begini ceritanya…” ya saya dulu ingin sekali punya sepatu, sebab sampai kelas 2 Madrasah Aliyah akhir saya tidak pernah punya sepatu, akhirnya ada teman yang kasi dan baru kelas 2 itulah saya pakai sepatu, itupun jarang-jarang saya pakai, takut bolong, sebab waktu diberipun sudah agak rusak”.

Lalu ada lagi potongan yang saya suka dari buku ini, saat membicarakan mengenai kesuksesannya, beliau sering berbagi kiat. Kalau mau sukses, harus jalani hal yang ada. Mulai dari kecil, sekarang, jangan tunggu nanti-nanti. Berfokus. Jangan berfikir ingin cepat besar. Yang penting tekuni dahulu sampai batas waktu tertentu, baru mengembangkan diri (SWA, 20 Juni 2010)

Shitttt, beliau bukan orang yang ribet mikirin hidup, bukan orang yang sok lebay menghawatirkan masa depan. Dan yang pasti beliau telah mengajarkan saya untuk mencintai proses, sabar dan ikhtiar benar-benar menjadi resep menjalani semua ini sepertinya. Ini nih kali ya yang namanya Takdir yang Diusahakan. Jadi air kodratnya memang mengalir, tapi air pun butuh usaha untuk menjalaninya. Berusaha menghadapi batu, jurang, sampah, terus saja mengalir, terus saja mengusahakan, apa yang ada dibalik batu yang telah berhasil dilalui, nanti kan bisa diusakan lagi. Just Do it!

Yeay….., saya suka sekali menemukan buku ini diantara promo International Book Fair minggu lalu. 15.000 untuk buku sebermanfaat ini, Alhamdulillah 
Dan terakhir yang menjadi sikap hidup Bapak Dahlan Iskan, bahwa Bekerja itu sepenuh hati. Bekerja itu berdimensi Ibadah pula.

Oh ya…, untuk yang Saya Cuma Ingin Punya Sepeda, ada ceritanya sendiri…, begini ceritanya!
Dahlan berasal dari Magetan Jawa Timur, “Ayah saya seorang petani mengerjakan sawah orang lain dan sering jadi tukang kayu.” Dia tidak boleh latihan naik sepeda karena dia anak buruh tani. Berarti dia harus meminjam sepeda teman sebab kalau rusak bagaimana nanti harus menggantinya. Hingga lulus SMA dia belum punya sepeda. Sekolah dijalaninya pulang dan pergi sejauh 12 Kilometer jalan kaki. Tak ada teman yang mau memboncengkan dia.” Katanya, orang yang tidak bisa naik sepeda lebih berat kalau diboncengkan.”

Sekian….., selamat membaca…., semoga bermanfaat. amin 🙂
Salam damai dari depok yang tenang 😛

Dahlan-Iskan4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s